jalani aja la ....walau skripsi menghadang ...
he he ..
:)

Sabtu, 23 Juli 2011

alasan alasan mengapa kurang optimal nya pembelajaran di unja ektensi ...dalam metode tulang ikan...!!

Defenisi tulang ikan
Diagram tulang ikan quality manajement : Diagram tulang ikan atau fishbone diagram adalah salah satu metode / tool di dalam meningkatkan kualitas. Sering juga diagram ini disebut dengan cause effect diagram. Penemunya adalah seorang ilmuwan jepang pada tahun 60-an. bernama Dr. Kaoru Ishikawa, ilmuwan kelahiran 1915 di Tokyo Jepang yang juga alumni teknik kimia Universitas Tokyo.
Karena itulah sering juga diagram tulang ikan ini disebut dengan diagram ishikawa. Metode tersebut awalnya lebih banyak digunakan untuk manajemen kualitas. Yang menggunakan data verbal (non-numerical) atau data kualitatif. Dr. Ishikawa juga diperkirakan sebagai orang pertama yang memperkenalkan 7 alat atau metode pengendalian kualitas.
Kenapa di sebut sebagai tulang ikan ? Karena bentuknya menyerupai tulang ikan yang bagian moncong kepalanya menghadap ke kanan. Diagram ini akan menunjukkan sebuah dampak atau akibat dari sebuah permasalahan, dengan berbagai penyebabnya. Efek atau akibat dituliskan sebagai moncong kepala. Sedangkan tulang ikan diisi oleh sebab-sebab sesuai dengan pendekatan permasalahannya.

Penyebab utama tidak efektifnya sistem pembelajaran di unja ektensi ?
Alasan alasan atau faktor faktor :
  • 1.      Faktor mahasiswa
  • ·         Kecerdasan/inteligensi mahasiswa : Kecerdasan merupakan faktor psikologis yang paling penting dalam proses belajar mahasiswa, karena itu menenentukan kualitas belajar siswa. Semakin tinggi tingkat inteli­gensi seorang individu,
  • ·         motivasi : Motivasi juga diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang.
  • ·         minat : Secara sederhana, minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Menurut Reber (Syah, 2003),
  • ·         sikap : Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dengan cara yang relatif tetap terhadap objek, orang, peristiwa dan sebagainya,
  • ·         bakat : Secara umum, bakat (aptitude) didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang
  • 2.      Lingkungan
Ø  lingkungan internal
              kampus yang termasuk dalam lingkungan perumahan,sehingga membuat proses pembelajaran yang kurang efektif dan efisien yang membuat mahasiswa tidak nyaman dalam ruang belajar di karnakan banyak nya masyarakat sekitar yang sering masuk ke area kampus.       
Ø  Lingkungan eksternal
Lokasi kampus yang berada di tengah perkotaan dan pusat keramaian, membuat proses pembelajaran sedikit tergangu di karnakan : suara bising yang berasal dari keramaian dan keriuhan kota.


  • 3.      Faktor instrumental
Ø  dosen atau tenaga pengajar
dosen atau tenaga pengajar seharus nya memiliki kompetensi dalam menyampaikan materi perkuliahan. Tetapi pada kenyataan nya ,ada sebagian dosen yang kurang mampu dalam menyampaikan materi perkuliahan, misal nya : dosen yang sedikit kaku,dan suka marah marah pada mahasiswa tanpa ada sebab dan alasan.
Ø  Kurikulum
Padat nya materi perkuliahan membuat mahasiswa sangat di pusingkan dengan keadaan ini. tidak semua mahasiswa mampu menampung materi perkuliahan yang begitu padat atau banyak.

Ø  Metode pembelajaran
Metode adalah cara yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas sebagai upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
·         Metode tanya jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan mengahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi tersebut. Metoda Tanya Jawab akan menjadi efektif bila materi yang menjadi topik bahasan menarik, menantang dan memiliki nilai aplikasi tinggi. Pertanyaaan yang diajukan bervariasi, meliputi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan dengan banyak kemungkinan jawaban), serta disajikan dengan cara yang menarik.
·         Metode diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan penyajian materi melalui pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya sangat terbuka. Suatu diskusi dinilai menunjang keaktifan siswa bila diskusi itu melibatkan semua anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan masalah. Jika metoda ini dikelola dengan baik, antusiasme siswa untuk terlibat dalam forum ini sangat tinggi. Tata caranya adalah sebagai berikut: harus ada pimpinan diskusi, topik yang menjadi bahan diskusi harus jelas dan menarik, peserta diskusi dapat menerima dan memberi, dan suasana diskusi tanpa tekanan.
·         Metode pemberian tugas
Metode pemberian tugas adalah cara mengajar atau penyajian materi melalui penugasan siswa untuk melakukan suatu pekerjaan. Pemberian tugas dapat secara individual atau kelompok. Pemberian tugas untuk setiap siswa atau kelompok dapat sama dan dapat pula berbeda. Agar pemberian tugas dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran, maka: 1) tugas harus bisa dikerjakan oleh siswa atau kelompok siswa, 2) hasil dari kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan presentasi oleh siswa dari satu kelompok dan ditanggapi oleh siswa dari kelompok yang lain atau oleh guru yang bersangkutan, serta 3) di akhir kegiatan ada kesimpulan yang didapat.
·         Metode tutorial atau bimbingan
Metode tutorial adalah suatu proses pengelolaan pembelajaran yang dilakukan melalui proses bimbingan yang diberikan/dilakukan oleh guru kepada siswa baik secara perorangan atau kelompok kecil siswa. Disamping metoda yang lain, dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar, metoda ini banyak sekali digunakan, khususnya pada saat siswa sudah terlibat dalam kerja kelompok. Peran guru sebagi fasilitator, moderator, motivator dan pembimbing sangat dibutuhkan oleh siswa untuk mendampingi mereka membahas dan menyelesaikan tugas-tugasnya

  • 4.      Sarana dan fasilitas
Ø  Alat
·         Infokus yang kurang tersedia di kampus, membuat proses belajar secara manual di lakukan, yang membuat mahasiswa sedikit kesulitan.
·         Area parkir yang kurang memadai atau tidak terlalu luas.
·         Tempat duduk yang kebanyakan sudah tidak digunakan di universitas lain.
·         Fasilitas toilet yang kurang memadai atau bisa di bilang tidak ada toilet.
·         Tidak adanya pendingin ruangan (AC)
Ø  Ruangan
·         Ruang perkuliahan yang kurang memadai, misal nya : sebuah gedung yang di bagi menjadi 3 ruangan. Ini menyebabkan adanya keributan dari ruangan lain sehingga ruangan yang satu nya lagi tidak dapat berkonsentrasi dengan baik.
·         Ruang perkuliahan yang sempit dan panas. Ini menyebabkan tidak adanya kenyamanan mahasiswa dalam proses pembelajaran.
·         Ruangan yang tidak sesuai dengan kapasitas jumlah mahasiswa. Ruangan yang kecil di gunakan oleh kelas mahasiswa yang jumlah nya melebihi kapasitas ruangan. sebalik nya ruangan yang besar di gunakan oleh kelas mahasiswa yang jumlah nya sedikit. “sangat tidak sesuai”.















contoh diagram.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar